daftar alamat STM/ SMK dibukittinggi


Daftar nama dan alamat SMK/ STM dibukittinggi

 SMK atau sekolah menengah kejuruan



DAFTAR ALAMAT SMK/STM DI BUKIT TINGGI
SMK NEGERI 1 BUKITTINGGI


Jl. Iskandar Teja Sukmana – Padang Gamuak, Tarok Dipo, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26117
SMK TERPADU GEMA NUSANTARA BUKITTINGGI

Jl. Prof. Dr. Hamka No.55 Simpang Landbouw Bukittinggi, Tarok Dipo, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26111
SMK TEKNOLOGI MUHAMMDIYAH

Jl. Prof. Dr. Hamka No. 12, Bukittinggi, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26117
SMK PEMBINA BANGSA BUKITTINGGI

Jl. Syech Djamil Djambek No. 33, Pakan Kurai, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26111
SMK PEMBANGUNAN BUKITTINGGI

Jl. Iskandar Tedja Sukmana, Tarok Dipo, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26117
SMK KOSGORO 1 BUKITTINGGI
  

Jl. Prof. Dr. Hamka No. 33, Tarok Dipo, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26117
SMK KOSGORO 2 BUKITTINGGI

Jl. Dr. A. Riva’i No. 12 Atas Ngarai, Kayu Kubu, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26115
SMK GAJAH TONGGA BUKITTINGGI

Jl. Syeckh M. Jamil Jambek No. 25, Pakan Kurai, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26112
SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI


Jl. Syech M. Jamil Jambek, Aur Tanjungkang Tengah Sawah, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 26111
SMK FARMASI IMAM BONJOL


Jl. Kesehatan No. 29, Guguk Panjang/Bukittinggi, GUGUK PANJANG, KOTA BUKITTINGGI 00000
SMK PARAMITHA BUKITTINGGI


Jl. Veteran No. 79 C, Puhun Tembok, MANDIANGIN KOTO SELAYAN, KOTA BUKITTINGGI 26124
SMK PARIWISATA BUKITTINGGI

Jl. Cempaka 1 Guguak Bulek, Campago, MANDIANGIN KOTO SELAYAN, KOTA BUKITTINGG
SMK YPPTI BUKITTINGGI


Jl. Sudirman No. 6 Bukittinggi, Sapiran-Bukittinggi, AUR BIRUGO TIGO BALEH, KOTA BUKITTINGG
SMK ELEKTRONIKA INDONESIA BUKITTINGGI

Jln. Prof. Dr. Hamka No. 55, Pakan Kurai, AUR BIRUGO TIGO BALEH, KOTA BUKITTINGI

SMK atau sekolah menengah kejuruan merupakan bentuk satuan dari pendidikan formal setingkat SMA atau sekolah menengah atas, sebagai lanjutan dari SMP/MTs, dikota yang terkenal dengan jamgadang ini terdapat beberapa SMK baik dikelola oleh pemerintah ( negeri ) maupun swasta


sejarah pendidikan pada masa pendudukan jepang

bukittinggi blogger| sejarah pendidikan pada masa pendudukan jepang

 
1. Pendidikan Pemerintah
 
sejarah pendidikan | bukittinggi blogger
Pada dasarnya pendidikan di Sumatera Barat sewaktu Jepang berkuasa tidak teratur. Sekolah Dasar yang agar teratur diberikan pelajaran sekali atau dua kali seminggu hanya di kota kota saja, seperti Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, Solok, Pariaman, Batusangkar, dan Padang Panjang. Sedangkan sekolah di tempat lainnya tidak berjalan sebagaimana mestinya, guru dan murid masing-masing sibuk mengurus dirinya sendiri, bahkan banyak murid yang meninggalkan bangku sekolah tanpa dapat diawasi oleh guru atau Kepala Sekolah.
 
Di Kota-kota pelaksanaan sekolah tidak berjalan lancar, karena banyak murid yang dipaksa ikut bergotong royong membuat jalan baru atau berkebun di sekitar sekolah untuk menambah atau mencukupi kebutuhan Jepang akan bahan makanan yang mereka perlukan untuk keperluan perang.
 
Jenis sekolah yang banyak waktu itu di Sumatera Barat adalah Sekolah Dasar 6 tahun, Jepang menyeragamkan seluruh sekolah dasar menjadi Sekolah Dasar 6 tahun dengan nama Sekolah Nippon Indonesia ( S N I ) atau dalam bahasa Jepang disebut "Kokumin Gakko".

 Dengan penyeragaman itu, maka Sekolah Dasar 6 tahun hampir terdapat di seluruh daerah Sumatera Barat, terutama di daerah yang dahulunya menjadi ibukota Keresidenan, Kewedanaan, Kedemangan, dan nagari-nagari yang menjadi ibukota Kelarasan. Bagi daerah yang dianggap Jepang tidak mampu atau terlampau jauh dan pengawasan seperti daerah pegunungan, sekolahnya dihapuskan saja dan muridnya disuruh menggabung kepada Sekolah Dasar yang terdekat dengan daerah tersebut.


 Sedangkan pendidikan Menengah di Sumatera Barat hanya terdapat di Bukittinggi dan Padang, Jepang membatasi jumlah Sekolah Menengah dengan maksud supaya mudah melakukan pengawasan. Yang boleh masuk Sekolah Menengah Jepang ini hanyalah orang yang terpilih melalui Kepala Sekolah Dasar setempat. Orang yang dipilih adalah pemuda yang tegap badannya dan sehat jasmaninya, karena di samping belajar mereka juga disuruh mengerjakan beberapa pekerjaan lain untuk kepentingan Jepang. Pada zaman pendudukan Jepang Sekolah Menengah tidak dibagi dua seperti sekarang, yaitu Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, melainkan Sekolah Menengah saja. Sebaliknya Sekolah Kejuruan memang agak banyak macamnya walaupun hanya terdapat di Padang dan Bukittinggi saja. Sekolah Kejuruan yang ada pada waktu itu adalah Sekolah Pertanian, Sekolah Teknik, Sekolah Polisi, Sekolah Pamong. Sekolah itu banyak jumlahnya adalah karena dibutuhkan oleh Jepang dalam memberikan bantuan terhadap keberhasilan perangnya. Tenaga mereka diperbantukan pada kantor Jepang atau dilatih dengan latihan kemiliteran untuk kemudian dibawa ke medan perang.

 Perguruan Tinggi pada wktu itu memang tidak ada di Sumatera Barat sesuai dengan kebijaksanaan Jepang yang hanya mengizinkan Perguruan Tinggi di Jawa saja.

 
Sekolah non-formal pada waktu Jepang berkuasa di Sumatera Barat agak banyak didirikan oleh Jepang melalui organisasi kepemudaan seperti Seinendan,  Kaibodan,  Bogodan, yang dilatih secara kemiliteran. Pendidikan untuk mereka dimaksudkan untuk dapat mempersiapkan diri menjaga kampong mereka masing-masing, tetapi sesungguhnya mereka dipersiapkan sebagai tenaga cadangan apabila tentara Jepang sudah kurang. Disamping itu ada perkumpulan wanita yang bernama Hahanokai yang bertugas pada dapur umum atau menghibur tentara yang sedang berjuang di garisdepan. Tetapi kebanyakan tugas dari Hahanokai adalah mempersiapkan perbekalan bagi tentara Jepang dan menghibur orang-orang Jepang, terutama para opsir Jepang yang baru kembali dari garis depan.

 
Masalah pendidikan pada waktu Jepang berkuasa di Sumatera Barat ini membawa akibat yang baik dan yang buruk. Buruknya adalah anak tidak diberi pelajaran sebagaimana mestinya, tetapi disuruh kerja bakti atau gotong royong mengerjakan kepentingan Jepang. Beberapa kali seminggu anak-anak disuruh gotong royong menanam ubi, lebih-lebih setelah dekat kekalahannya terhadap Sekutu. Moral anak-anak menjadi rusak, karena tindakan tentara Jepang yang tidak mendidik seperti memarahi seorang guru di hadapan muridnya. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak-anak yang sedang berkembang itu. Mereka serta merta dapat meniru perbuatan Jepang tersebut terhadap orang lain, walaupun terhadap orang yang lebih tua sekalipun. Karena keadaan seperti itu tidak ada yang melarang, lama-lama anak-anak menjadi biasa dengan perbuatan tersebut, bahkan tidak jarang seorang anak melawan kepada orang tuanya karena masalah yang kecil saja. Di samping itu anak-anak sekolah termasuk juga orang dewasa dipaksa mengikuti dan menirukan kebiasaan orang Jepang seperti "seikere" menghadap ke Jepang (matahari terbit) setiap pagi, diwajibkan menyanyikan lagu-lagu Jepang di sekolah, memberi hormat kepada orang Jepang walaupun pangkatnya rendah. Hal tersebut ada hubungannya dengan maksud Jepang untuk men-Jepangkan orang Indonesia seperti yang mereka lakukan di Mansyuria. Tetapi akibatnya bagi anak-anak Sumatera Barat mereka dapat melupakan kebudayaan dan kebiasaan mereka sendiri yang telah merupakan warisan turun-temurun. Dalam melakukan kebiasaan itu, orang Jepang memerintahkan dengan keras, barang siapa yang tidak mau melaksanakan segera dihukum di hadapan khalayak ramai dengan jalan menamparnya berulang-ulang. Akibat pendidikan seperti itulah yang sangat buruk pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak-anak.

 
Sebaliknya akibat yang baik dari pendidikan zaman Jepang adalah menyeragamkan seluruh tahun ajaran Sekolah Dasar. Hal ini baru pertama kalinya terjadi di Indonesia semenjak Indonesia dijajah oleh Belanda. Dengan adanya keseragaman dalam waktu pendidikan, masalah penyelenggaraan dan pengawasan sekolah mudah dilakukan serta kurikulumnya dapat di buat dengan lebih baik dan seragam. Dengan demikian pengetahuan murid Sekolah Dasar pada waktu Jepang itu dalam teorinya sama di manapun sekolah itu diadakan. Tetapi sayangnya isi pelajaran waktu itu sangat rendah mutunya, walaupun kebanyakan dari guru adalah yang telah berpengalaman semenjak zaman Belanda dahulu. Rendahnya mutu sekolah disebabkan

Jepang banyak campur tangan dengan memberikan latihan kemiliteran dan menyuruh bergotong royong sehingga tidak ada kesempatan bagi guru mengajar dengan baik. Kalau tidak bergotong royong atau latihan kemiliteran, anak-anak hanya diajar menyanyikan lagu-lagu Jepang yang sangat mengganggu jam pelajaran di sekolah. Murid-murid yang tidak datang kesekolahpun tidak mendapat teguran sama sekali dari majelis guru, karena mereka tidak berdaya sama sekali. Keseragaman sekolah yang baik itu tidak diisi Jepang dengan materi pelajaran yang cocok buat anak didik yang sedang berkembang itu. Keadaan seperti ini akan jauh pengaruhnya sesudah Indonesia merdeka, karena pada waktu itulah anak-anak yang mendapat pendidikan Jepang itu mengalami masa dewasanya dan ikut menyelenggarakan kehidupan bangsanya.
 

Bahasa Indonesia dijadikan bahasa resmi di kantor dan di sekolah. Hal ini baik untuk perkembangan bahasa Indonesia di kemudian hari.
 
Dengan berkembangnya bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, rasa persatuanpun dengan mudah dapat digalang dan dibina dengan baik di tengah masyarakat, karena sekarang mereka dengan mudah dan dimengerti orang lain untuk mengemukakan perasaan dan buah pikirannya. Dengan dijadikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, keuntungan bukan saja dalam pengembangan bahasa itu saja, tetapi dapatnya dibina kesatuan bangsa dengan cepat, suatu kondisi yang diperlukan dalam mencapai Indonesia merdeka.

 Disamping pendidikan formal yang diberikan Jepang di sekolah kepada rakyat Sumatera Barat, juga diberikan pendidikan non-formal yang merupakan pendidikan kemiliteran. Kepada pemuda diajarkan peraturan baris berbaris dan disiplin militer. Lembaga pendidikan khusus untuk pendidikan militer ini seperti Heiho dan Gyugun yang terdapat di Padang dan Bukittinggi.
  
Dalam Gyugun pemuda Sumatera Barat ditempa secara pisik dengan berat yang menyebabkan mereka menjadi orang yang berhati keras. Banyak di antara mereka yang dilatih dalam Gyugun kemudian menjadi pemimpin sampai sekarang. Pada awal kemerdekaan Indonesia mereka itulah yang membimbing rakyat Sumatera Barat ke arah perjuangan yang benar sehingga keamanan dapat dipertahankan di Sumatera Barat. Waktu Perang Kemerdekaan mereka jugalah yang membina dan mengatur perlawanan rakyat yang menguntungkan bagi rakyat Sumatera Barat.
 

2. Pendidikan Swasta

 Sekolah swasta tidak berkembang selama Jepang menduduki Sumatera Barat, karena mereka mengawasi sekolah swasta itu dengan sangat ketat sekali. Sekolah swasta yang dapat dibuka apabila mendapat pengawasan langsung dan Jepang atau diselenggarakan oleb Jepang sendiri. Sekolah swasta yang dibuka sudah kehilangan kepribadian. Kinrohosi, seikere menghadap Tokyo, menyanyikah lagu-lagu Jepang, belajar bahasa Jepang terpaksa dilakukan.

 Kebanyakan sekolah swasta yang dibuka hanya tingkatan Sekolah Dasar seperti Taman Siswa dan Muhammadiyah. Landasan pendidikan pada zaman pendudukan Jepang adalah mengajak bangsa Indonesia bekerjasama dengan Jepang untuk mencapai Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya yang selalu didengung-dengungkan melalui gerakan militer. Tujuan pendidikan yang ingin dicapai adalah mendapat tenaga cuma-cuma dan prajurit untuk membantu peperangan yang sedang dilakukan.
 
Berdasarkan landasan dan tujuan pendidikan itu Jepang melakukan dan menyelenggarakan latihan kemiliteran dan gotong royong serta kerja bakti.





sumber: pakguruonline



angka IV atau IIII pada jam gadang bukittinggi

angka 4, IV atau IIII pada jam gadang bukittinggi | Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota).

Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan.

Pada masa penjajahan Jepang , ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau .

Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.

Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.

Setiap hari ratusan warga berusaha di lokasi Jam Gadang. Ada yang menjadi fotografer amatiran, ada yang berjualan balon, bahkan mencari muatan oto (kendaraan umum) untuk dibawa ke lokasi wisata lainnya di Bukittinggi.

"Jam Gadang ini selalu membawa berkah buat kami yang tiap hari bekerja sebagai tukang foto dan penjual balon di sini. Itu sebabnya jam ini menjadi jam kebesaran warga Minang," ujar Afrizal, salah seorang tukang potret amatir di sekitar Jam Gadang.

Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.
Lebih Jauh Tentang Jam Gadang:


Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, di topang basement
dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.

Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.

Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, kadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah patron lama dan kuno atau kesalahan serta atau atau yang
lainnya. Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.
Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Sekarang balik lagi ke angka Romawi empat, apakah pembuatan angka empat yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Tapi yang juga patut dicatat, bahwa Jam Gadang ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh seorang anak berusia enam tahun, putra
pertama Rook Maker yang menjabat controleur Belanda di Bukittinggi ketika itu.

Ketika masih dalam masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang dengan megahnya patung seekor ayam jantan. Namun saat Belanda kalah dan terjadi pergantian kolonialis di Indonesia kepada Jepang, bagian atas tersebut diganti dengan bentuk klenteng. Lebih jauh lagi ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan diganti gaya atap bagonjong rumah adat Minangkabau.

sumber.kaskus.us


Hati hati tampilan facebook baru 2013

gambar foto tampilan facebook baru 2013

Hari ini 14 januari facebook tampil dengan tampilan yang baru, Hati hati bagi pengguna facebook karena hal ini tentu saja tidak akan disia sia kan oleh para KOI di internet alias Kumpulan Orang Iseng, otomatis mereka akan memperbarui juga trik mereka dalam melakukan beberapa hal yang tujuannya pasti untuk mengetahui password dari facebook anda. dengan memanfaatkan momentum tampilan facebook yang baru.

untuk sekedar pengetahuan, dibawah ini adalah beberapa cara yang dilakukan oleh para KOI :

1. FB phising/ fake login | ini akan dilakukan pertama kali oleh para KOI sobat Bukittinggi blogger, mereka akan membuat tampilan homepage facebook semirip mungkin dengan aslinya, Tips untuk menghindari  hal ini yaitu, pastikan sobat Bukittinggiblogger mengetik URL yang benar yaitu " www.facebook.com "

atau jikalau sobat BB ragu, sebelum mengetikkan password sobat, lihat/baca  dulu URL nya si atas, udah benar apa belum, soalnya bisa saja Halaman FB phising tersebut akan menggunakan URL yang hampir mirip seperti " www.faceebook.com " atau " www.facebok.com " dan lain lain.. tergantung kreatifitas si hacker atau saya mengebutnya KOI itu masing masing

2. Keylogging | cara ini agak sedikit sulit sobat bukittinggiblogger karena harus menanamkan sebuah program di komputer korban

3.stealers | yaitu sejenis software yang pekerjaannya mencatat password login dari browser yang digunakan korban

4.DNS spoofing | mengalihkan halaman login ke halaman milik mereka

5.ARP poisoning / fake gateway | meletakkan diri sebagai gateway antara server dengan komputer korban

masih banyak lagi cara cara yang biasa dilakukan oleh para hacker sobat bukittinggi blogger seperti USB hacking. Botnet, Sidejacking, MobilePhoneHacking, dll

Tips bagi sobat bukittinggi blogger yang pernah menjadi korban phising/ tidak bisa login ke akun facebooknya yaitu :



Kirim email ke disable@facebook.com, dengan menggunakan bahasa inggris yang isi nya pertanyaan atau permintaan contoh :
Dear Facebbok team,
My account has been disable and I can’t write wall to wall and send comment to my friend. Thank you
Setelah itu tunggu balasan dari team facebook, semoga berhasil..




Nomor kontak admin

Silahkan menghubungi admin untuk saran dan kritikan

Boim : 085263181191



 

FOLLOWER

TRANSLATE

PENCARIAN ARTIKEL